Sahabat, kewajiban seorang muslim adalah beribadah kepada Allah SWT. Berlomba-lomba berbuat kebajikan yang disyariatkan. Diantaranya adalah belajar, berusaha dan berikhtiar sampai tuntas. Selebihnya pasrahkan, ikhlaskan dalam do'a, bahwa apapun hasilnya pasti adalah yang terbaik dari sisi Allah untuk kita. Allah berfrman dalam Al-Qur'an yang berbunyi: "Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bgai orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (QS. Al-Ahzab [33]: 21)
Hidup kita ini sebetulnya sebuah kompetisi, pertandingan. Nah, dalam setiap kompetisi pasti ada batas skornya atau batas akhir waktunya, sehingga segera diketahui siapa pemenangnya. Dalam sepaknola misalnya, setiap team harus berlomba membuat banyak gol ke gawang lawan, sampai akhir waktunya. Selama pertandingan tak boleh ada yang santai agar tak kalah dan diganti oleh pelatih, atau melakukan pelanggaran agar tidak dihukum wasit.
Apabila berhasil, bersyukurlah. Namun, apabila gagal, besabarlah. Karena manusia hanya wajib berusaha, selebihnya terserah kepada Allah. Mungkin usahakita harus diperbaiki agar mendapat hasil yang terbaik kelak. Sebagaimana Firman Allah: "Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.". (QS. Al-Imran [3]: 26)
Nah, orang yang sungguh-sungguh beriman dan bertaqwa kepada Allah, pasti ikhlas menerima kebenaran ayat tersebut. Karena kita yakin, bahwa Allah telah memuliakan kita dengan limpahan rizqi yang baik dan kelebihan sempurna dibandingkan dengan yang diberikanNya kepada makhluk lain (QS. Al-Isra' [17]: 70). Kita juga yakin, bahwa tiada suatu bencana atau anugerah di langit dan di bumi melainkan telah tertulis dalam Lauhul Mahfuzh sebelum hal itu diciptakan.
Untuk apa? Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al-Hadid [57]: 22-23). Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang melapangkansatu kesusahan seorang mukmin, Allah akan melapangkan satu kesusahannya saat kiamat. Siapa yang menutupi satu aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya dunia-akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka memberi pertolongan kepadanya saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, Allah akan mudahkannya jalan ke Surga" (HR. Muslim)
Demikian sahabat, meskipun kalian kalah atau gagal, tak boleh berbuat jahat. Karena itu hasad husud setan agar kita menjadi orang fasik, orang yang kufur kepada segala nikmat-Nya. Sebagai anak Saleh kita wajib memperkuat persaudaraan dengan sesama muslim, dengan sesama anak bangsa, dan dengan sesama makhluk-Nya. InsyaAllah. Wallahu a'alam. :-)
semoga bermanfaat :-)
sumber: majalah "Anak Saleh seri 08"

semangat menulis.....
BalasHapusmudah-mudahan bermanfaat:)
kunjungi blog aku juga yah
BalasHapussyarifahaini2011.blogspot.com