Sabtu, 08 April 2017

Wedding invitation

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Qs. Ar-Rum: 21) 😊
Barakallahu Lanaa wa Baraka ‘alaynaa wa Jama’a Baynanaa fiy Khoirin wa ‘Afiyah, wa Ja’ala minnaa Dzurriyyatan Shalihah. Aamiin Allahumma Aamiin 😇

DIA MENERIMA APA ADANYA DIRIKU

Karya: Zaa


Sungguh, aku tak dapat mengucapkan apa-apa
Kata hatipun sulit untuk menyusun kalimat yang indah

Hanya kekaguman, kebahagiaan, kenyamanan yang ku nikmati sekarang
Walaupun perbedaan kondisi saat ini sedikit menampakkan kebenarannya

Tapi hanya dia
Yang mengajakku untuk hidup dan menjaga hatinya

Mengobati luka perihnya
Menghiasi wajahnya dengan senyuman
Mencurahkan segala isi hatinya

Ku rindukan saat-saat nanti
Masa depan yang cukup mapan

Dimana kita saling berbagi
Kita saling percaya
Kita saling menjaga
Kita saling menghormati
Kita saling menghargai
Dalam rumah cinta yang kita bangun bersama


Sumber: http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-pernikahan/dia-menerima-apa-adanya-diriku/

Jumat, 03 Juni 2016

SKRIPSWEET :-)

Tahap akhir dari perjalanan mahasiswa S1 adalah SKRIPSI. Pada tahap awal pengerjaannya, mahasiswa so sweet banget tuh dengan buku-buku, laptop/komputer, dosen pembimbing dan rajin nanya kaka kelas atau orang yang pernah nyelesein skripsinya, saking so sweetnya dengan semua itu, mahasiswa semester akhir menyebutnya dengan SKRIPSWEET, ya skripsweet karena mahasiswa ingin mengalami kemanisan skripsi, ingat loh kemanisan bukan kepahitan, itu artinya mahasiswa ingin skripsinya berjalan lancar, mudah di acc dosen pembimbing dan cepat selesai sesuai target.
Hampir semua orang tau apa itu skripsi, skripsi itu semacam tugas akhir dari perkuliahan. Bayangin aja, 3,5 tahun kuliah akan berarti jika skripsi yang dibuat bisa berjalan mulus dan lulus sidang, cepet-cepet pake toga wisuda, nah ini berarti skripsi memiliki makna penting bagi setiap mahasiswa, sehingga mahasiswa kerja keras bagaimana bisa menyelesaikan skripsinya agar kuliahnya yang telah dilewati selama 3,5 tahun itu tidak sia-sia. Perjuangan ngerjain skripsi itu tidak gampang, cari buku ke sana kemari, nentuin tempat penelitian, bimbingan, bulak balik revisi, ngadep dosen pembimbing demi dapet tulisan acc, dan perjuangan lain yang tak bisa disebutkan semuanya dan tentunya gak jauh dari hal materi. Huft lagi-lagi uang, ternyata tidak hanya jualan saja yang butuh modal, bikin skripsipun butuh modal, tapi tak apalah karena itu merupakan bentuk pengorbanan dan perjuangan mahasiswa.
Seiring berjalannya waktu, tepatnya yang saya alami adalah ketika memasuki bab 3, ya setelah revisi bab 1 kemudian revisi bab 2, pada akhirnya dapet juga tulisan acc, alhamdulillah.... masuklah ke tahap berikutnya yaitu bab 3. Udah dah nih, udah agak lama so sweet dengan buku-buku dan hal lain yang menyangkut tentang skripsi, akhirnya semangat sedikit kendor, mulai kangen sama temen-temen karena selama pengerjaan skripsi jarang banget ketemu temen-temen, kangen belajar di kelas, diajar dosen, kangen berkelompok bikin makalah dan setiap pembagian kelompok pasti ada aja keributan dan kecemburuan "saya maunya kan sama dia" stop di sini mulai ada yang namanya pilih-pilihan temen, so kalian pasti setiap dapet kelompok maunya sama yang pinter, rajin, dan bisa diajak kerja sama kan, so pasti itu karena akan memudahkan kita dalam pengerjaan makalah, hemmmzz pokonya kangen masa-msa itu, kangen presentasi depan kelas, padahal ini belum wisuda so pasti belum lulus karena masih nyusun skripsi, bayangin aja masih nyusun skripsi aja kangen masa-masa di kelas, apalagi kalo udah lulus gak kebayang gimana rasa kangennya. Sekarang aja udah susah buat ketemu apalagi nanti kalo udah lulus, kerja, nikah, berkeluarga, punya anak pasti akan sibuk masing-masing, terus kapan waktu buat ketemu dan kumpul lagi, entahlah wallahu'alam... hal itu juga pernah dialami pas baru lulus sd, smp, dan sma. ternyata kalo udah dijalanin mah ya biasa aja, tapi gak dapat dipungkiri, rasa kangen suka tiba-tiba dateng gitu aja.
By the way ngomong soal nikah jadi keinget, mahasiswa semester akhir yang lagi nyusun skripsi itu gak jarang loh yang kena virus resepsi. Karena jarang ketemu temen-temen, sekalinya ketemu pembahasan yang lagi memanas itu soal nikah, ya sedikit nyinggung si tentang skripsi tapi ujung-ujungnya nikah wkwk, itu efek pusing sama skripsi dan juga banyak orang di sekitar yang nikah, temen sd, smp, sma atau sodaralah, tetanggalah pasti banyak yang resepsi. "Sambil nysusun skripsi siapin aja calon pendamping hidup", ya itulah pembahasan obrolan kalo ketemu temen-temen. Kesimpulan dari obrolannya sih "nunda skripsi sama aja nunda nikah" wkwk... bukan masalah nunda kelulusan tapi yang dikhawatirkan itu nunda pernikahan :-D
Mau gimanapun dan bagaimanapun skripsi harus kelar, apapun alasannya mau cepet wisuda kek, mau cepet kerja kek, mau bahagiaan orang tua atau mau cepet nikah ya pokonya skripsi itu harus kelar. Yang jelas pakailah baju wisuda sebelum memakai baju kebaya wkwk, intinya harus lulus kuliah dan berarti butuh perjuangan buat ngelarin skripsi biar bisa wisuda bareng temen angkatan :-) so good luck buat semua temen-temen seperjuangan yang lagi bikin SKRIPSWEET :-)

Mohon maaf karena tulisan ini hanya berisi curhatan, kebetulan lagi pengen nulis tapi gak ada bahan jadi nulis yang lagi dialami aja deh :-D
wassalaam

Kehidupan? Maknailah! ;-)

Kehidupan adalah sebuah proses, sebuah kesempatan yang diberikan Allah kepada kita, agar kita tahu siapa diri kita, siapa Tuhan kita, dan yang paling penting apa tujuan kita diciptakan. Ketika kita bertanya tentang kehidupan, saat itu juga akan muncul pertanyaan, “Apakah hidup itu perlu dimaknai?”. Allah menciptakan kita sebagai makhluk hidup, bukan hanya untuk sekedar hidup, tetapi dibalik itu ada sebuah tujuan besar, yaitu mencari makna dari hidup sendiri. Atau dengan kata lain, pertanyaan ini sepenuhnya harus dijawab dengan iya. Sebagian besar orang mungkin menganggap hidup itu hanyalah sekumpulan peristiwa yang disiapkan Allah untuk kita, dan tugas kita hanya menjalaninya.
Namun yakinlah bahwa kita manusia diciptakan Allah untuk menjadi seorang pemimpin, pemimpin bagi dunia, masyarakat, atau minimal menjadi pemimpin untuk dirimu sendiri. Bahkan tidak ada satu pun benda di alam semesta ini yang diciptakan Allah hanya untuk sebagai figuran, semua benda, semua makhluk di alam semesta ini mempunyai peran yang dapat mempengaruhi satu dengan lainnya. Sebagai contoh debu, apakah yang dapat dilihat dari debu? Mungkin hal pertama ketika membaca kata debu adalah kotor, membuat bersin, dan lain-lain. Namun sadarkah, dengan adanya debu, tumbuh sifat mencintai kebersihan dari seorang manusia. Dari kumpulan debu, muncul sifat rajin, minimal dimulai dari membersihkan debu yang menempel di perabotan kita. Debu, tanpa disadari telah menjadi sarana Allah untuk melatih kita menjadi lebih baik. Dari hal yang mungkin menurut teman-teman paling tidak penting di dunia, kita dapat belajar bahwa semua hal yang  diciptakan Allah itu pasti bertujuan.
Sebagai seorang manusia, tentu kita harus belajar bahwa hidup ini harus kita maknai sebagai sarana mencari tujuan hidup kita. Inilah kesempatan yang diberikan Allah, agar kita bisa memanfaatkan segala karunia fisik dan akal untuk menjadi makhluk yang terbaik, satu-satunya makhluk yang diberi akal pikiran untuk dapat terus mengembangkan diri. Kita harus sadar, bahwa hidup ini bukan sekedar disediakan untuk menjadi panggung bagi kita, aktor-aktris kehidupan. Namun, lebih dari itu, hidup adalah sekumpulan jalan yang dapat kita pilih. Hidup adalah pilihanmu, kita mempunyai kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan kita ambil. Kita memiliki akal yang sempurna untuk memilih jalan yang terbaik bagi diri kita sendiri. Hidup tidaklah seperti air yang mengalir, mengikuti arus, dan selalu mengalir mengikuti jalurnya. Adakalanya air tesebut mengalir ke sungai dan kemudian menjadi air terjun, tetapi adakalanya pula air mengalir ke tempat-tempat kotor seperti comberan. Tentu kita tak mau kehidupan kita seperti itu bukan?
Hidup perlu dimaknai sebagai pilihan, sebagai perjuangan, bukan sebagai perjalanan. Hidup itu perlu diperjuangkan, bukan hanya untuk sekedar dijalani. Manusia diciptakan untuk menjadi aktor utama setiap jalan cerita yang berbeda-beda sesuai pilihan kita, dalam panggung besar bernama kehidupan, bukan sebagai figuran. Manusia diciptakan untuk menjadi pembuat sejarah dunia, bukan untuk menjadi penonton sejarah dunia. Oleh karena itu, kehidupan kita harus selalu diisi dengan hal yang bermanfaat. Manfaat yang tentu saja dapat dirasakan diri sendiri, orang lain, dan juga masyarakat.
Hidup tidaklah selesai, ketika kita berhasil memilih hidup yang baik untuk kita sendiri, tetapi hidup kita haruslah pula bisa membantu  orang lain untuk mencapai hidup yang baik. Dengan kata lain, hidup juga merupakan suatu proses kolaborasi berbagai pribadi berbeda menuju masyarakat yang lebih baik. Tentu saja hal ini dimungkinkan sebagai akibat dari manusia yang merupakan makhluk sosial, makhluk yang memerlukan proses interaksi sesamanya, dan tentu saja tidak dapat hidup sendiri. Seorang pribadi yang baik, tentulah pula memiliki kehidupan yang memiliki manfaat bagi khalayak ramai, bagi dunia. Sudah sepatutnya lah kita harus mulai memikirkan apa sumbangsih kita untuk dunia ini, karena tentu saja kita tak mau hanya menjadi seorang aktor utama di sebuah jalan cerita yang biasa, yang tercipta atas andil pilihan kita yang biasa. Setidaknya kita bisa menjadi manfaat untuk keluarga, sahabat-sahabat kita, yang itu berarti kita sudah memberikan sumbangsih untuk dunia kecil kita
Begitulah hidup, sebuah panggung maya yang menyajikan berbagai cerita singkat dengan kita sebagai aktor utamanya. Jalan ceritanya pun sangat unik karena bisa dipilih oleh aktor utamanya. Bila kita ingin memerankan jalan cerita yang berakhir baik, kita bukan menunggu, tetapi memperjuangkan agar mendapat peran itu. Tentu saja peran baik ini hanya dapat dipilih oleh orang-orang yang terlebih dahulu memilih jalan cerita yang masih berada dalam koridor akhir yang baik, tidak terlalu menyimpang. Namun kembali lagi, kita hanya dapat memilih sebab, tanpa bisa menolak yang disiapkan Allah sebagai akibatnya. Walaupun sekeras apa pun kita mencoba merekayasa hidup dengan pilihan-pilihan kita, hidup masih merupakan suatu misteri esok hari yang tak pernah usai. Untuk itulah kita wajib mempercayai keberadaan Allah, karena Hanya Dia-lah yang Tahu apa yang terbaik untuk kita, apa yang akan menjadi jalan hidup kita.
Disadari atau pun tidak melalui kehidupan ini, Allah sedang melatih kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Entah melalui masalah yang terus mendera kita, ataupun waktu luang yang Allah berikan kepada kita, Allah sedang melatih kedewasaan kita dalam memilih hal apa yang akan kita pilih. Jika kita salah tentu Allah akan mengarahkan kita. Terakhir, hidup kita baru bisa dikatakan baik, ketika kita sudah memberikan manfaat untuk sekitar kita, dunia kita. Lebih baik lagi bila hidup kita ini memberikan sesuatu untuk dunia, sebab semakin besar lingkup sumbangsih kita, makin baik kualitas diri kita sebagai manusia sebagai hamba Allah. Tunjukkan pada dunia, bahwa Allah telah menciptakan kita sebagai manfaat sebagai alam semesta, sebagai teladan kecil, untuk dunia kecil sekitar kita. Bukan sebagai beban dunia, yang tercipta hanya untuk memberikan contoh bagi orang lain tentang bagaimana hidup yang salah dimaknai.
Jadilah idealis, yang berjalan dengan melihat keadaan, minimal kau akan melangkah lebih jauh karena mimpi yang kau kejar memaksamu untuk itu. Sebagai penulis saya tidak bermaksud menggurui dan bukan berarti saya telah menjadi manusia paling baik, sayapun masih belajar menjadi lebih baik. Mohon maaf apabila ada salah kata.
Wallahu’alam bish shawab

Rabu, 13 Januari 2016

Hidup ini Kompetisi !!!

           Sahabat, kewajiban seorang muslim adalah beribadah kepada Allah SWT. Berlomba-lomba berbuat kebajikan yang disyariatkan. Diantaranya adalah belajar, berusaha dan berikhtiar sampai tuntas. Selebihnya pasrahkan, ikhlaskan dalam do'a, bahwa apapun hasilnya pasti adalah yang terbaik dari sisi Allah untuk kita. Allah berfrman dalam Al-Qur'an yang berbunyi: "Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bgai orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (QS. Al-Ahzab [33]: 21)
             Hidup kita ini sebetulnya sebuah kompetisi, pertandingan. Nah, dalam setiap kompetisi pasti ada batas skornya atau batas akhir waktunya, sehingga segera diketahui siapa pemenangnya. Dalam sepaknola misalnya, setiap team harus berlomba membuat banyak gol ke gawang lawan, sampai akhir waktunya. Selama pertandingan tak boleh ada yang santai agar tak kalah dan diganti oleh pelatih, atau melakukan pelanggaran agar tidak dihukum wasit.
          Apabila berhasil, bersyukurlah. Namun, apabila gagal, besabarlah. Karena manusia hanya wajib berusaha, selebihnya terserah kepada Allah. Mungkin usahakita harus diperbaiki agar mendapat hasil yang terbaik kelak. Sebagaimana Firman Allah: "Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.". (QS. Al-Imran [3]: 26)
           Nah, orang yang sungguh-sungguh beriman dan bertaqwa kepada Allah, pasti ikhlas menerima kebenaran ayat tersebut. Karena kita yakin, bahwa Allah telah memuliakan kita dengan limpahan rizqi yang baik dan kelebihan sempurna dibandingkan dengan yang diberikanNya kepada makhluk lain (QS. Al-Isra' [17]: 70). Kita juga yakin, bahwa tiada suatu bencana atau anugerah di langit dan di bumi melainkan telah tertulis dalam Lauhul Mahfuzh sebelum hal itu diciptakan.
            Untuk apa? Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al-Hadid [57]: 22-23). Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang melapangkansatu kesusahan seorang mukmin, Allah akan melapangkan satu kesusahannya saat kiamat. Siapa yang menutupi satu aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya dunia-akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka memberi pertolongan kepadanya saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, Allah akan mudahkannya jalan ke Surga" (HR. Muslim)
            Demikian sahabat, meskipun kalian kalah atau gagal, tak boleh berbuat jahat. Karena itu hasad husud setan agar kita menjadi orang fasik, orang yang kufur kepada segala nikmat-Nya. Sebagai anak Saleh kita wajib memperkuat persaudaraan dengan sesama muslim, dengan sesama anak bangsa, dan dengan sesama makhluk-Nya. InsyaAllah. Wallahu a'alam. :-)
semoga bermanfaat :-)

sumber: majalah "Anak Saleh seri 08"

Sabtu, 02 Januari 2016

Pendidikan di Era Globalisasi

Seperti yang kita ketahui bahwa zaman semakin berkembang dan maju. Perkembangan pesat di zaman modern ini memang tidak dapat dihindari. Mau tak mau kita harus mengikuti arus globalisasi yang memiliki kemajuan yang cepat. Apabila kita bersikap masa bodoh untuk mengikuti perkembangan zaman dan globalisasi, maka anda akan tergilas oleh roda zaman. Sama seperti dengan Dunia Pendidikan.
Berbicara tentang globalisasi itu sendiri bahwa globalisasi dapat diartikan sebagai adanya perubahan yang mendunia baik itu dalam bentuk kemajuan dalam bidang teknologi ataupun lainnya. Dengan adanya globalisasi ini dapat mempengaruhi segala hal yang dapat membawa dampak positif maupun negative. Apakah dampak dari globalisasi dapat mempengaruhi bidang Pendidikan ? Ya, Mengapa ?

Pendidikan masa kini sangat berbeda dengan pendidikan masa lalu, karena dengan adanya globalisasi dunia pendidikan masa kini membawa perubahan yang dirasakan baik dalam nilai positif mupun negative. Nilai positif yang telah diterima oleh bidang pendidikan yaitu semakin mudahnya dalam mengakses informasi baik untuk guru maupun siswa. Karena dengan mudahnya mendapatkan informasi siswa dapat memperoleh berbagai informasi yang dapat membuat mereka berwawasan luas dan untuk guru juga dapat memperoleh berbagai informasi yang dapat mengembangkan profesinya dll. Selain itu, dengan adanya globalisasi dunia pendidikan masa kini juga dapat menciptakan para siswa yang professional dan berstandar internasional yang dapat bersaing dengan negara-negara lain sehingga pendidikan di Indonesia juga dapat memenuhi kebutuhan Internasioanalnya. Dan dengan adanya globalisasi ini bidang pendidikan juga dapat menciptakan siswa yang akan menjadi tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing serta adanya perubahan struktur dan system pendidikan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan struktur dan system pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan karena perkembangan ilmu pengetahuan dalam pendidikan yang sangat pesat.
Namun disamping dengan dampak positif yang diperoleh oleh bidang pendidikan juga terdapat dampak negative yang dibawa oleh arus globalisasi ini. Contohnya jika kita sebagai orang tua atau guru tidak dapat membimbing para generasi penerus bangsa dapat terjerumus oleh derasnya arus globalisasi seperti maraknya video-video porno yang tersebar luas di jejaring sosial yang juga mudah diakses oleh para generasi bangsa kita. Oleh karena itu, untuk para pendidik dan orang tua perlu adanya kerja sama yang baik agar dapat mengontrol para generasi bangsa ini.
Terimakasih, semoga sedikit tulisan saya ini dapat bermanfaat :)

Rabu, 30 Desember 2015

Hidup Indah Bila Mencari Berkah :)

Rezeki yang betambah, kesehatan jasmani yang baik, ilmu yang bermanfaat serta kehidupan yang tentram dan bahagia dalam keberkahan adalah impian setiap muslim. bukan hal yang berlebihan jika sekiranya hidup berkah adalah surga dunia.
Lalu bagaimana cara mendatangkan keberkahan? Berikut adalah 6 Kunci dalam mendatangkan keberkahan hidup:
1.       Tawakal kepada Allah Swt
Iman yang tertanam kuat dengan kesungguhan hati yang hanya bersandar kepada Allah Swt. Karena itu, mereka yang tawakal memiliki cirri peforma yang khas, yakni pembawaannya tenang dan tentram. Ia juga teguh hati, tidak mudah goyah terhadap harapan, ia rida dan ikhlas denga apa yang diperolehnya.
2.       Gemar bersedekah
Rasullah bersabda “ Tidaklah berkurang harta karena beredekah”. Harta tidak disimpan dihati yang cenderung berat untuk dibagi. Tetapi, harta diletakkan ditangan, yang hakikatnya hanya sebagai sarana panyalur. Karena itu hidup para pecinta sedekah serba mudah, enteng dan bahagia, subhanallah.
3.       Memperbanyak istigfar
Rasulullah bersabda “ Barang siapa yang banyak istigfar, maka ALllah swt akan menghilangkan segala kegalauan dan memberinya jalan keluar, atas himpitan hidupnya.”(HR. Ahmad). Istigfar adalah perkataan ketundukan kepada Allah Swt.  Inilah kalimat tobat yang paling Allah sukai, salah satu manfaat istigfar adalah Allah Swt akan memberi kehidupan yang lebih baik, mendapat kenikmatan, rasa aman, dan ketenangan.
4.       Harta yang Halal
apa yang didapat haruslah menyebabkab ketenangan dan ketentraman. Karena itu cara memperolehnya menjadi kunci  utama. Harta yang di dapat secara halal tentunya menjadi sumber ketenangan dan ketentraman hidup. Sebagaima firman Allah : “ Wahai manusia, makanlah dari apa-apa yang ada di bumi, yang halal dan abik. Dan, janganlah kamu sekalian mengikuti langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh nyata bagimu”. (Qs. Al-Baqarah:168)
5.       Bersilaturahim
Rasulullah mengingatkan bahwa silaturahim dengan saudara akan membawa banyak berkah: pahala, memanjangkan umur, ,mendatangkan rezeki, memupuk cinta kasih, dan paling utama mendapat, ridha Allah swt.
6.       Bersyukur
Hidup berkah juga ditandai denga  bersyukur, Allah berfirman “Dan, Ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan, “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Qs. Ibrahim:7).
Ya Rabb berkahilah hidup kami dengan kasih sayangmu di dunia sebagai bekal kehidupan kekal kami di akhirat kelak. Aamiin Allahuma Aamiin..