Rabu, 13 Januari 2016

Hidup ini Kompetisi !!!

           Sahabat, kewajiban seorang muslim adalah beribadah kepada Allah SWT. Berlomba-lomba berbuat kebajikan yang disyariatkan. Diantaranya adalah belajar, berusaha dan berikhtiar sampai tuntas. Selebihnya pasrahkan, ikhlaskan dalam do'a, bahwa apapun hasilnya pasti adalah yang terbaik dari sisi Allah untuk kita. Allah berfrman dalam Al-Qur'an yang berbunyi: "Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bgai orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (QS. Al-Ahzab [33]: 21)
             Hidup kita ini sebetulnya sebuah kompetisi, pertandingan. Nah, dalam setiap kompetisi pasti ada batas skornya atau batas akhir waktunya, sehingga segera diketahui siapa pemenangnya. Dalam sepaknola misalnya, setiap team harus berlomba membuat banyak gol ke gawang lawan, sampai akhir waktunya. Selama pertandingan tak boleh ada yang santai agar tak kalah dan diganti oleh pelatih, atau melakukan pelanggaran agar tidak dihukum wasit.
          Apabila berhasil, bersyukurlah. Namun, apabila gagal, besabarlah. Karena manusia hanya wajib berusaha, selebihnya terserah kepada Allah. Mungkin usahakita harus diperbaiki agar mendapat hasil yang terbaik kelak. Sebagaimana Firman Allah: "Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.". (QS. Al-Imran [3]: 26)
           Nah, orang yang sungguh-sungguh beriman dan bertaqwa kepada Allah, pasti ikhlas menerima kebenaran ayat tersebut. Karena kita yakin, bahwa Allah telah memuliakan kita dengan limpahan rizqi yang baik dan kelebihan sempurna dibandingkan dengan yang diberikanNya kepada makhluk lain (QS. Al-Isra' [17]: 70). Kita juga yakin, bahwa tiada suatu bencana atau anugerah di langit dan di bumi melainkan telah tertulis dalam Lauhul Mahfuzh sebelum hal itu diciptakan.
            Untuk apa? Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al-Hadid [57]: 22-23). Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang melapangkansatu kesusahan seorang mukmin, Allah akan melapangkan satu kesusahannya saat kiamat. Siapa yang menutupi satu aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya dunia-akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka memberi pertolongan kepadanya saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, Allah akan mudahkannya jalan ke Surga" (HR. Muslim)
            Demikian sahabat, meskipun kalian kalah atau gagal, tak boleh berbuat jahat. Karena itu hasad husud setan agar kita menjadi orang fasik, orang yang kufur kepada segala nikmat-Nya. Sebagai anak Saleh kita wajib memperkuat persaudaraan dengan sesama muslim, dengan sesama anak bangsa, dan dengan sesama makhluk-Nya. InsyaAllah. Wallahu a'alam. :-)
semoga bermanfaat :-)

sumber: majalah "Anak Saleh seri 08"

Sabtu, 02 Januari 2016

Pendidikan di Era Globalisasi

Seperti yang kita ketahui bahwa zaman semakin berkembang dan maju. Perkembangan pesat di zaman modern ini memang tidak dapat dihindari. Mau tak mau kita harus mengikuti arus globalisasi yang memiliki kemajuan yang cepat. Apabila kita bersikap masa bodoh untuk mengikuti perkembangan zaman dan globalisasi, maka anda akan tergilas oleh roda zaman. Sama seperti dengan Dunia Pendidikan.
Berbicara tentang globalisasi itu sendiri bahwa globalisasi dapat diartikan sebagai adanya perubahan yang mendunia baik itu dalam bentuk kemajuan dalam bidang teknologi ataupun lainnya. Dengan adanya globalisasi ini dapat mempengaruhi segala hal yang dapat membawa dampak positif maupun negative. Apakah dampak dari globalisasi dapat mempengaruhi bidang Pendidikan ? Ya, Mengapa ?

Pendidikan masa kini sangat berbeda dengan pendidikan masa lalu, karena dengan adanya globalisasi dunia pendidikan masa kini membawa perubahan yang dirasakan baik dalam nilai positif mupun negative. Nilai positif yang telah diterima oleh bidang pendidikan yaitu semakin mudahnya dalam mengakses informasi baik untuk guru maupun siswa. Karena dengan mudahnya mendapatkan informasi siswa dapat memperoleh berbagai informasi yang dapat membuat mereka berwawasan luas dan untuk guru juga dapat memperoleh berbagai informasi yang dapat mengembangkan profesinya dll. Selain itu, dengan adanya globalisasi dunia pendidikan masa kini juga dapat menciptakan para siswa yang professional dan berstandar internasional yang dapat bersaing dengan negara-negara lain sehingga pendidikan di Indonesia juga dapat memenuhi kebutuhan Internasioanalnya. Dan dengan adanya globalisasi ini bidang pendidikan juga dapat menciptakan siswa yang akan menjadi tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing serta adanya perubahan struktur dan system pendidikan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan struktur dan system pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan karena perkembangan ilmu pengetahuan dalam pendidikan yang sangat pesat.
Namun disamping dengan dampak positif yang diperoleh oleh bidang pendidikan juga terdapat dampak negative yang dibawa oleh arus globalisasi ini. Contohnya jika kita sebagai orang tua atau guru tidak dapat membimbing para generasi penerus bangsa dapat terjerumus oleh derasnya arus globalisasi seperti maraknya video-video porno yang tersebar luas di jejaring sosial yang juga mudah diakses oleh para generasi bangsa kita. Oleh karena itu, untuk para pendidik dan orang tua perlu adanya kerja sama yang baik agar dapat mengontrol para generasi bangsa ini.
Terimakasih, semoga sedikit tulisan saya ini dapat bermanfaat :)